Dunia ku Dan sang pembuat cerita
Apa arti perbedaan yang besar ?
Kenapa seseorang yang tidak sama sekali taat, tapi mendapat ujian dengan Hal yang sama " Agama"
Seorang meninggalkan keluarga dengan dalih " menggabdi, berdoa untuk keluarga"
Seorang suami yang melupakan kebutuhan batin keluarga dengan dalih " aku mau jadi kepala rumah tanggap yang baik "
Dan tiba dititik jatuh hati dengan seseorang yang berbeda agama dan tidak bisa bersama dengan dalih " saat aku berubah menjadi seorang Muslim tanpa kemauan ku, aku merasa bukan jadi diri sendiri "
Sebetulnya apa agama yang sebenarnya?
Aku yang tidak pernah mendapatkan pengalaman baik tentang agama dari sekitar berusaha tetap percaya atas "kepercayaan" nya yang minim dan berusaha teguh.
Kehilangan arah dan merasa tenggelam dalam semua hal.
Tuhan seperti penasaraan dengan "faith" yang aku punya, bermain dengan keputusan yang aku miliki.
Cobaan pertama "gagal"
Cobaan kedua " gagal"
Cobaan ketiga " gagal"
Aku bahkan tidak Tau itu sebuah kegagalan atau keberhasilan atau malah pengabaian.
Karena..
Pada saat percobaan pertama, aku hanya berdoa dengan tangis " tuhan aku hanya ingin duduk dan makan bersama dengan keluargaku"
Yaa itu terjadi setelah 5tahun
Aku mulai berharap, semoga itu tidak pernah terjadi lagi tapi hal itu datang lagi.
Jadi apakah aku gagal atau berhasil melewati itu ?
Nyatanya ada cobaan kedua
Sekali lagi aku bukan manusia taat tapi aku tau dasar agama yang aku anut. Menuntut perpisahan bukan hanya sekali tapi lebih dari tiga Kali dan aku melakukannya bukan karena Emosi sesaat. Aku terus menunggu Dan berdiskusi sampai akhirnya aku lelah. Dan aku hanya meminta " kuatkan bahu ku bila memang harus menjalani ini "
Apakah aku gagal atau berhasil bertahan ?
Karena cobaan ketiga datang dengan kisah indah
Dan aku ulangi aku bukan manusia yang taat yang bisa memberikan gambaran tentang agama. Tapi aku tau agama dan kepercayaan sesuatu yang indah, keunikan yang tidak masuk akal. Bertemu dengan seseorang yang menunjukan semesta ini indah dan hidup. Seharusnya saat aku berjuang dengan penyakitku aku kembali pada sang semesta tanpa bertemu dengan dunia yang indah.
Kalau sang pembuat cerita tidak merestui pertemuan ini, kenapa semua nya bisa terjadi di saat Dunia itu berada disisi lain, di waktu malam yang indah dan menenangkan disaat siang hariku yang terik.
Aku yang berusaha hidup untuk Dunia kecilku disini, memasang topeng setebal mungkin untuk mendapatkan karakter yang bahagia dan hidup untuknya.
Ya Allah,
Dunia itu membuat ku merasakan hangatnya MATAHARI
Dunia itu membuat ku merasakan tenangnya BULAN
Dunia itu membuat ku merasakan diriku sendiri
Seolah tidak ada yang sulit saat berada di Dunia itu,
Seolah semua perkataan ku sangat terdengar di Dunia itu,
Seolah keberadaan ku sangat terlihat di Dunia itu,
Tapi taukah sang pembuat cerita apa yang dikatakan seorang perempuan yang menjadi semesta ku berkata " jangan terlena dengan perhatian"
Apa perhatian itu tidak pantas di rasakan ?
Atau aku yang tidak pantas mendapatkannya ?
Apa aku memang harus melewati semuanya sendiri ?
Ya Allah ,
Agama dimataku begitu menyakitkan tapi aku tidak goyah akan itu, bisa kah aku meminta Dunia besar itu buat aku ? Untuk menghabiskan sisa hidup di Dunia yang berwarna itu
Cerita apa yang coba kau buat Kali ini wahai sang pembuat cerita ?
Aku hanya ingin bersama seseorang yang hangat
Mencintai dan di cintai
Menjalani dengan mudah, bukan sebuah beban dan tanggung jawab, yang ada hanya rasa "ingin"
Aku tau Dunia itu sangat besar dan indah sehingga tidak mudah aku menggapainya. Tapi apa boleh aku gapai ?
Apa boleh aku memilikinya ?
Ya Allah,
Aku ingin bersama dengan nya yang bisa merangkul ku saat menangis tanpa menghakimi,
Aku ingin bersama dengan nya yang bisa bersama melihat keindahan cerita dan lukisan Mu
Aku ingin bersama dengan nya yang bisa berdoa di kiblat yang sama
Melewati sebuah lautan yang luas bukan Hal yang mudah, sehingga aku dengan sedikitnya " kepercayaan ku "
ingin bersama di satu perahu yang sama
Ingin berpegangan di jalan yang sama
Melewati jalan yang sama
Sehingga saat Salah satu nya terjatuh akan mudah digapai saat kita berada di perahu yang sama.
Berdoa bersama dengan cara yang sama untuk saling tegar menghadapi apa yang disajikan
Ya Allah
Aku bersujud menyebut namanya bolehkah aku meminta nya untukku
Aku bersujud dengan tangis keputus asaan bolehkah aku bersamanya
Aku bersujud dengan lemahnya diri bolehkah aku menggapai nya
Komentar
Posting Komentar